Rabu, 19 Agustus 2015

Pandangan Terhadap Pelaut

Jika bertanya demikian kita harus berpandangan yang luas, kesetiaan adalah hak setiap insan manusia. Kebanyakan dari mereka menganggap pelaut itu tidak setia, hal ini dengan adanya rumor bahwa pelaut suka berbuat seenaknya ketika di pelabuhan yang mereka singgahi. Benarkah demikian jawabanya adalah belum tentu. Pelaut adalah manusia biasa pelaut hanyalah sebuah profesi/pekerjaan yang sama dengan mereka yang didarat cuma perbedaan tempat saja, dilaut dan didarat.Jadi semua tergantung pada manusianya saja, pandangan buruk terhadap pelaut lebih baik dihilangkan saja, sama dengan pandangan buruk mereka yang bekerja didarat.Hubungan jarak jauh memang menyakitkan, bagaimana tidak sakit dihati karena jarang sekali bertemu padahal urusan cinta apalagi sudah ada ikatan suami istri pasti sangat membutuhkan kemesraan bersama. Namun apa daya, profesi dan pekerjaan membuat seorang pelaut rela meninggalkan keluarga dan orang yang dicintainyadirumah. Sebenarnya bukan hanya pelaut para pekerja didaratpun demikian, contohnya saja mereka yang suaminya bekerja di pabrik atau dikantor luar kota, sangat mungkin sekali jarang bertemu.

Terbanglah Bebas

Saat ku tersadar dalam khayalku aku sadari kau telah tinggalkan ku sendiri berteman bintang, tak tahu arah kembali, ku tersesat dlm ruang hampa, tak tahu harus kemana, ku lelah telah berlari, namun khayalmu makin menjauh, mungkin inilah akhirnya saat ku melepasmu selamanya, membiarkanmu terbang bebas melintasi jagat cakrawala, namun daku percaya bila kelak takdir berkehendak, kau kan kembali dalam singgasana kita, duduk bersama ku dalam kebahagiaan.

Sahabat

Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagiakarena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya.